Anak Berjiwa Entrepreneur, Didikan Sejak Kecil

Posted: Desember 28, 2011 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Anak yang Memiliki jiwa entrepreneur akan  tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang.

Tak mudah untuk memiliki mental seorang entrepreneur. Memiliki jiwa entrepreneur berarti mendorong adanya mental yang mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan tak mudah menyerah seperti layaknya seorang wirausaha ketika memulai usahanya dari bawah. Alangkah baiknya jika sifat-sifat ini telah ditanamkan pada anak sejak dini, untuk membantu mereka sukses menjalani seluruh kehidupannya.

“Bagi saya entepreneur itu bukan sekadar seseorang yang berwirausaha, tapi lebih kepada sifat dan mental seseorang yang kreatif dan mandiri,” ungkap psikolog Tika Bisono kepada Kompas Female, saat acara SWOMA (Sekar Womenpreneur Award) di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Orang dewasa saja belum tentu memiliki sifat entrepreneur karena berbagai alasan. Maka tak ada salahnya mendidik anak-anak sejak kecil untuk menerapkan sifat-sifat tersebut dalam hidup sehari-hari. “Sebaiknya dilatih sejak anak usia TK, karena dalam tahap ini otak mereka lebih cepat menyerap informasi dan meniru semua perbuatan orangtuanya karena rasa ingin tahunya yang besar,” tukasnya.

Memiliki jiwa entrepreneur akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mendidik anak agar punya jiwa entrepreneur ini, salah satunya adalah mengenalkan uang pada anak sejak dini.

“Salah jika ada yang berpikiran untuk menunggu sampai anak besar baru dikenalkan pada uang. Justru kenalkan anak nilai dan nominal uang sejak kecil, agar mereka bisa tahu bahwa untuk mendapatkan uang butuh perjuangan. Namun yang harus diperhatikan adalah cara yang digunakan haruslah sesuai dengan usia si anak,” beber Tika lagi.

Orangtua bisa memberi contoh kepada anak untuk menabung, atau mengajak anak berbelanja dan mengenalkannya dengan harga-harga. Menurut Tika ketika anak-anak sudah kenal uang dan perjuangan untuk mencari uang, mereka akan lebih berhati-hati ketika meminta sesuatu pada orangtuanya.

Selain itu, biasakan juga untuk mengajarkan anak menabung uang sakunya sendiri. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak hidup hemat. Sifat hidup hemat yang ditanamkan sejak kecil akan berdampak baik sampai ia dewasa.

Anda sebagai orangtua sebaiknya juga tidak terlalu memanjakan anak dengan selalu menuruti semua keinginannya. Didik anak untuk mandiri dan tidak terlalu sering merajuk. Boleh-boleh saja sesekali menuruti permintaannya, namun jangan terlalu mudah terbujuk rengekan atau tangisannya ketika meminta sebuah barang.

“Ajarkan ia untuk bersabar ketika meminta sesuatu, atau minta saja dia menabung uang jajannya sendiri untuk membeli mainan tersebut. Beri pengertian kepadanya bahwa untuk mendapatkan mainan butuh uang dan harus ditabung terlebih dulu. Karena menurut penelitian, anak yang mampu meredam keinginannya dan bersabar ternyata lebih pintar dari anak yang tidak biasa bersabar,” pungkas Tika.

Mengajarkan anak untuk bersabar sekaligus akan melatih kemandirian dan tanggung jawabnya untuk mampu mengendalikan diri serta emosionalnya.

sumber : Anak Berjiwa Entrepreneur, Didikan Sejak Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s